HSK 1
名量词:杯、本、个、家、间、口、块、页
míng liàng cí : bēi 、 běn 、 gè 、 jiā 、 jiān 、 kǒu 、 kuài 、 yè
Kata penggolong benda yang umum: 杯、本、个、家、间、口、块、页
Penjelasan
Kata penggolong benda (名量词) adalah kata yang diletakkan di antara bilangan dan kata benda untuk menyatakan satuan suatu benda. Dalam bahasa Mandarin, hampir TIDAK PERNAH kita mengatakan 'bilangan + kata benda' secara langsung; kata penggolong harus disisipkan di tengah. Bahasa Indonesia juga punya kata penggolong seperti 'seorang', 'seekor', 'sebuah', 'selembar', tetapi sering boleh dilewatkan ('tiga buku'). Dalam bahasa Mandarin, kata penggolong bersifat wajib.
Bilangan + Kata penggolong + Kata benda (contoh 三本书 sān běn shū = tiga buah buku). Tiap jenis benda memakai kata penggolong tersendiri: - 杯 (bēi): cangkir, gelas minuman (一杯水 segelas air). - 本 (běn): buku, buku tulis (yang berbentuk jilid/bundel). - 个 (gè): kata penggolong serbaguna, untuk orang dan banyak benda yang belum punya kata penggolong khusus. - 家 (jiā): toko, perusahaan, usaha. - 间 (jiān): kamar, ruangan rumah. - 口 (kǒu): dipakai untuk menghitung jumlah anggota keluarga (五口人 keluarga beranggotakan lima orang). - 块 (kuài): potong, keping, bongkah (roti, sabun, dan sebagainya); juga satuan uang dalam bahasa lisan = 元 (yuán), misalnya 五块钱 (lima yuan). - 页 (yè): halaman (buku, kertas).
setiap kali menghitung atau menyatakan jumlah suatu kata benda.
lupa kata penggolong (salah: 三书) atau memakai 个 untuk segala benda. Sebaiknya hafalkan kata penggolongnya begitu kamu mempelajari kata benda baru. Ingat juga bahwa kata benda Mandarin tidak diulang untuk menyatakan jamak seperti 'buku-buku'; jumlahnya cukup ditunjukkan oleh bilangan dan kata penggolong.
Contoh
two cups of milk, three books, four students, five shops, six houses, three people (in a family), seven pieces of bread
Cara efektif mempelajari “名量词:杯、本、个、家、间、口、块、页”
Pola tata bahasa “名量词:杯、本、个、家、间、口、块、页” (Kata penggolong benda yang umum: 杯、本、个、家、间、口、块、页) adalah salah satu struktur penting di level HSK 1. Agar bisa menggunakannya dengan lancar, kamu perlu memahami konteks pemakaiannya dan rutin berlatih.
Tips belajar: bacalah contoh dengan suara keras berkali-kali agar terbentuk refleks alami. Setelah itu, coba buat kalimat sendiri sesuai situasimu. Gunakan tombol audio untuk mendengarkan dan melatih pelafalan yang tepat.
Kamu juga bisa membuka pelajaran lengkap “” untuk memahami tata bahasa dan kosakata terkait lebih dalam.