HSK 3
数量重叠:数词+量词+数词+量词
shù liàng chóng dié : shù cí + liàng cí + shù cí + liàng cí
Pola pengulangan kuantitas: kata bilangan + kata penggolong + kata bilangan + kata penggolong
Penjelasan
Ini adalah pola pengulangan frasa kuantitas: kata bilangan + kata penggolong + kata bilangan + kata penggolong (kata penggolong → kata satuan hitung, seperti "buah, ekor, helai" atau "seorang, sebuah, seekor" dalam bahasa Indonesia), misalnya 一排一排 (yì pái yì pái – barisan demi barisan), 一天一天 (yì tiān yì tiān – hari demi hari).
(bilangan + kata penggolong) diulang dua kali + 的 (de) bila menerangkan kata benda → 一排一排的书架; atau + 地 (de) bila menerangkan kata kerja → 两个两个地进教室 (地 adalah penanda keterangan; keterangan → unsur yang menyatakan waktu, tempat, atau cara).
saat ingin menekankan jumlah yang banyak, pengulangan berkali-kali, atau proses yang berlangsung terus-menerus dan teratur (menyebut satu per satu, berlalu hari demi hari).
dalam bahasa Indonesia, pengulangan kata benda menandakan jamak (buku-buku), tetapi di sini pengulangan menyatakan "satu per satu / demi" atau urutan berkesinambungan, bukan jamak. Terjemahannya sering memakai pola "X demi X" atau "X-X", misalnya "hari demi hari".
mudah tertukar antara 的 dan 地 — di depan kata benda pakai 的 (一排一排的书架), di depan kata kerja pakai 地 (一遍一遍地告诉); dan yang diulang harus seluruh frasa "bilangan + kata penggolong", bukan hanya kata penggolongnya (salah: 排排的).
Contoh
In the library stand row after row of bookshelves.
The teacher had the students enter the classroom two by two.
Mom told me time and time again to pay attention to safety.
The days went by one by one.
Latihan
Uji pemahamanmu lewat soal pilihan ganda
Cara efektif mempelajari “数量重叠:数词+量词+数词+量词”
Pola tata bahasa “数量重叠:数词+量词+数词+量词” (Pola pengulangan kuantitas: kata bilangan + kata penggolong + kata bilangan + kata penggolong) adalah salah satu struktur penting di level HSK 3. Agar bisa menggunakannya dengan lancar, kamu perlu memahami konteks pemakaiannya dan rutin berlatih.
Tips belajar: bacalah contoh dengan suara keras berkali-kali agar terbentuk refleks alami. Setelah itu, coba buat kalimat sendiri sesuai situasimu. Gunakan tombol audio untuk mendengarkan dan melatih pelafalan yang tepat.
Kamu juga bisa membuka pelajaran lengkap “” untuk memahami tata bahasa dan kosakata terkait lebih dalam.